Monday, February 4, 2013

Mengapa Lemak Trans itu Buruk?

Metabolisme asam lemak poli-tak jenuh C20, seperti arachoidonat menghasilkan mediator yang memiliki efek fisioliogis kuat, yaitu prostaglanin, prostasiklin dan tromboxane, leukotriene serta lipoxin. Bahan-bahan tersebut dikenal sebagai eicosanoid, karena mengndung 20 atom karbon (ekosi = 20). Akan tetapi, asam lemak poli-tak jenuh tidak dapat menghasilkan mediator karena bentuk-bentuk molekulnya sudah tidak alamiah lagi, sehingga tidak dikenali enzim-enzim, seperti cyclo-oxygenated dan lipoxygenated. Oleh sebab itu, apabila kita mengkonsumsi asam lemak Trans, maka asam lemak Trans itu akan masuk kedalam sel-sel tubuh kita, yang mengakibatkan membran sel dan struktur seluler lainnya menjadi rusakbentuknya dan tidak dapat berfungsi dengan semestinya.

Lemak Trans itu buruk bagi jantung kita. Menu makanan yang mengandung lemak Trans akan meningkatkan kadar LDL (low density lipoprotein) atas disebut juga kolesterol jahat, meningkatkan resiko penyakit jantung koroner. Lemak Trans juga menurunkan HDL (high density lipoprotein) atau kolesterol baik, serta meningkatkan kadar trigliserida dalam darah. Hal ini lebih jauh menimbulkan resistensi terhadap insulin yang mengakibatkan diabetes, hipertensi dan penyakit kardiovaskular.

Penelitian di Harvard University melaporkan bahwa orang yang makan minyak terhidrogenasi sebagian yang mengandung lemak Trans tinggi, memiliki resiko dua kali untuk mendapat serangan jantung, dibandingkan dengan mereka yang tidak memakan minyak terhidrogenasi.

Mengingat akan adanya bukti yang kuat atas keterkaitan lemak Trans dengan penyakit kardiovaskular, maka FDA (Food and Drug Administration) akan mempersyaratkan semua label makanan agar mencantumkan jumlah lemak Trans per sajian, mulai tahun 2006.

Lemak Trans itu buruk bagi otak. Lemak Trans juga memiliki efek merusak terhadap otak dan sistem saraf. Jaringan saraf terdiri dari lipid dan lemak. Myelin, lapisan pelindung yang menutupi neuron-neuron komunikasi, terdiri dari 30% protein dan 70% lemak. Asam oleat dan DHA adalah dua asam lemak utama didalam myelin. Penelitian menunjukan bahwa asam lemak Trans didalam menu makanan akan masuk ke membran sel otak, termasuk ke lapisan pelindung myelinyang melindungi neuron. Lemak Trans ini akan menggantikan DHA alami didalam membran yang mengganggu aktivitas listrik dari neuron. Molekul asam lemak Trans mengubah kemampuan neuron berkomunikasi, dan bisa menyebabkan degenerasi saraf serta melemahkan kemampuan mental. Penyakit neurodegeneratif, seperti multiple sclerosis(MS), sindrom Parkinson, dan Alzheimer adalah disebabkan oleh hilangnya asam lemak pada membran sel saraf. Malangnya, kita telah memakan asam lemak Trans sejak bayi. Penelitian di Kanada memperlihatkan bahwa rata-rata 7.2%  asam lemak total didalam air susu ibu adalah asam lemak Trans yang berasal dari konsumsi minyak sayur yang terhidrogenasi sebagian. gambar

No comments:

Post a Comment